Sejarah
Sebelum era kemerdekaan dikenal sebuah wilayah yang disebut Distrik Bulukumpa Tua dibawah pemerintahan Karaeng Nojeng. Distrik Bulukumpa Tua meliputi 8 (Delapan) Gelaran atau yang kini disebut dengan Desa, adapaun gelaran tersebut meliputi, Gelaran Jojjolo, Gelaran Bulo-bulo, Gelaran Sampeang, Gelaran Bingkarongo, Gelaran Buttakeke, Gelaran Kambuno, Gelaran Bululohe, dan Gelaran Balangtaroang.
Balangtaroang berasal dari Bahasa Bugis yaitu Balang dan Taroang. Balang yang berarti barang berharga dan Taroang yang berarti tempat penyimpanan atau lumbung. Gelaran Balangtaroang terdiri dari 6 (Enam) kampung yaitu, Kampung Serre, Kampung Bonto Baju, Kampung Hulo, Kampung Munte, Kampung Barana, dan Kampung Longi.
Sedangkan untuk pemerintahannya dipimpin oleh;
- Abd. Kader
- Karaeng Page
- Karaeng Busung
- Gelaran Nakka
Pasca kemerdekaan untuk mempermudah jalannya pemerintahan maka sistem Pemerintahan Gelaran diubah menjadi sistem Pemerintahan Desa. Hal ini berdampak dengan dipecahnya beberapa wilayah untuk mempersempit daerah pemerintahan. Tidak terkecuali dengan Distrik Bulukumpa Tua yang akhirnya dipecah dan melahirkan salah satu kecamatan yang disebut Bulukumpa. Peralihan sistem pemerintahan ini juga berdampak pada dipecahnya Gelaran Balangtaroang menjadi beberapa Gelaran yang selanjutnya disebut dengan Desa. Adapun pecahan dari Gelaran Balangtaroang yaitu, Desa Bontolohe, Desa Sapobonto, Desa Bontobulaeng, dan Desa Balangtaroang.
Dipecahnya Gelaran Balangtaroang menjadi beberapa Desa membuat pada tahun 1962 untuk pertama kalinya Desa Balangtaroang melakukan pemilihan Kepala Desa, adapun periodisasi kepemimpinan Desa Balangtaroang yaitu;
- A.Muh.Amier : Masa Bakti 1962 - 1982
- A. Kulle : Masa Bakti 1982 - 1990
- A.Kumisi : Masa Bakti 1990 - 1998
- Drs.Amiruddin.P : Masa Bakti 1998 - 2007
- Abd.Kadir. Ab : Masa Bakti 2007 - 2013
- Jusman, S.E : Masa Bakti 2013 - 2020
- Abd Waris : Masa Bakti 2020 – 2026
EN